WaGoMu News

Jadi FREELANCE Interpreter Bisa Dapat GAJI 15 JUTA | #TalkWith Kang Joe - KIJANG

Jadi FREELANCE Interpreter Bisa Dapat GAJI 15 JUTA | #TalkWith Kang Joe - KIJANG


WaGoMu.id - Pembelajar bahasa Jepang, terutama mereka yang baru mau mulai belajar, atau saat ini tengah menempuh studi di Pergururan Tinggi seringkali bingung dan belum tahu kedepannya akan menjadi apa atau bisa bekerja dimana selepasnya. Terlebih kondisi negeri Kita yang masih dirasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak banyak orang yang berani terjun bekerja sebagai pekerja lepas, terlebih di industri Bahasa Asing, apalagi Jepang.

Kali ini, team #WaGoMu #JapaneseClass berkesempatan untuk berdiskusi/interview dengan salah seorang Penerjemah profesional terutama untuk bahasa Jepang - Inggris - Indonesia. Beliau adalah Aa Juhana atau lebih akrab disapa Kang Joe yang saat ini tinggal di Cihanjuang, Bandung, dan telah mendedikasikan dirinya sebagai Full Freelance Interpreter. Hasil interviewnya, bisa kalian tonton langsung melalui video berikut yang diunggah di Youtube channel WaGoMu. Silahkan di Subscribe, karena akan ada Video Inspirasi lainnya yang diunggah setiap hari Senin dan Kamis. Kalian yang koneksi internetnya sering bikin BaPer (dibaca : buffering), boleh baca tanya jawabnya di artikel ini.



Sejak kapan Kang Joe mulai mempelajari bahasa Jepang ?
Saya mulai belajar bahasa Jepang pada tahun 1992, tepat ketika saya lulus dari SMA sambil memanfaatkan waktu satu tahun ketika masih menganggur, sampai akhirnya saya nmendapat kesempatan untuk belajar secara formal (kuliah) di Universitas Padjadjaran (UNPAD) selama 3 tahun.

Apa yang menjadi motivasi Kang Joe saat itu ?
Kalau anak zaman now, biasanya menjawab karena senang dengan anime dan budaya pop Jepang dan lain-lain. Generasi saya waktu itu tidak berfikir ke arah sana. Pemikirannya lebih realistis, supaya saya bisa bekerja di perusahaan Jepang yang konon kalau kita bekerja di perusahaan Jepang akan mendapat penghasilan yang luar biasa. Nah itu juga yang menjadi motivasi saya belajar bahasa Jepang.

Sudah pernah pergi ke Jepang kah ?
Alhamdulillah, saat kuliah saya dapat kesempatan untuk dikirim ke Jepang. Kemudian profesi saya sebagai interpreter juga kerapkali mengharuskan saya untuk berada di Jepang untuk pekerjeaan ataupun event tertentu.

Adakah pengalaman menarik/berkesan ketika di Jepang ?
Pertama kali ke Jepang, masih merasakan benturan budaya, terutama terkait makanan. Saya kesulitan untuk mencicipi makanan Jepang karena belum terbiasa. Setiap makanan selalu saya cium baunya terlebih dahulu, ketika aromanya kurang cocok, kadang malah menurunkan nafsu makan. Sebulan di Jepang, saya baru bisa mencicipi makanan Jepang di satu minggu terakhirnya. Sangat disayangkan karena tidak bisa menikmati makanan saat awal datang ke Jepang.

Sejak kapan menjadi freelance interpreter ?
Sebetulnya sudah dari 2004. Cuma baru merasa produktif menjadi interpreter di dunias industri (manufacturing) kira-kira 5 tahun belakangan ini. Sekarang mungkin saya bisa mengklaim sendiri sebagai full freelance interpreter full, selebihnya pekerjaan yang lain menjadi sambilan saja.

Kenapa memutuskan jadi Japanese interpreter ?
Pertama, karena ada kesempatan. Kemudian setelah mengambil kesempatan tersebut, ternyata penghargaan yang didapat lebih tinggi dibandingkan pekerjaan saya ketika mengajar. Hitungan sederhananya kalau dulu dalam sehari mengajar bisa dapat berapa, ketika menjadi freelance interpreter ternyata satu harinya bisa berkali-kali lipat. Itulah awal mengapa saya tertarik menjadi freelance interpreter terutama untuk bahasa Jepang.
Semakin ke sini, saya kian tertarik karena banyak kesempatan untuk terus memperbaiki diri secara profesional ataupun personal ketika menjadi freelance interpreter, karena kita bisa belajar hal-hal positif dari orang Jepang ketika kita bekerja dengan mereka.

Apa suka dukanya menjadi Japanese interpreter ?
Kalau sekarang alhamdulillah lebih banyak sukanya. Karena sudah relatif tahu karakter dan tuntutan pekerjaannya. Tapi, waktu pertama saya masuk ke bidang ini, sekalipun telah bekerja menjadi interpreter bahasa Jepang selama 5 tahun di sebuah perusahaan. Tapi karena waktu itu hanya satu project yang bahasanya relatif itu-itu saja. Ketika saya masuk sebagai freelancer di dunia industri, saya harus berhadapan dengan sesuatu yang kadang sama sekali belum saya kenal, sempat juga tidak bisa perform secara baik sampai berkeringan dingin, padahal sudah di hire sebagai profesional dan mendapatkan upah.

Seberapa menjanjikan seh menjadi Japanese interpreter ?
Menurut saya sangat menjanjikan. Hari ini saya tidak siap dengan data, namun jika dihitung sederhana di sekitar Jakarta itu ada beberapa kawasan industri yang sebagian besar adalah perusahaan Jepang. Misal di satu kawasan industri, sebut saja di Karawang ada 100 perusahaan, katakanlah ada 90 perusahaan Jepang yang tiap satu perusahaan membutuhkan 1 interpreter, berarti ada 90 interpreter yang bekerja tetap di perusahaan tersebut. Dan biasanya perusahaan itu mempunyai project yang tidak reguler, dan harus dibantu oleh interpreter lepas, karena interpreter tetap mereka biasanya sudah memiliki job desc sendiri. Saya pribadi, menghandle 5 sampai 10 klien per tahun saja sudah lumayan sibuk. Jadi menurut saya masih sangat menjanjikan.

Berapa seh Gaji Kita kalau jadi interpreter ?
Interpreter itu ada 2 pilihan, bisa bekerja di perusahaan sebagai karyawan tetap atau bisa juga menjadi freelancer. Kalau interpreter yang bekerja di perusahaan, saya dengar range nya lumayan lebar dari mulai 5-6 juta sampai diatas 15 atau bahkan 25 juta perbulannya. Kalau freelance interpreter malah menawarkan penghasilan yang lebih lagi. Karena hitungan kerja kita bisa perhari atau bahkan ada yang hitungannya per jam. Kemudian ada juga rekan kita yang di hire di perusahaan dalam jangka waktu panjang, penghasilannya rata-rata bisa 10-20 juta perbulan.

Adakah tips/trik untuk belajar bahasa Jepang?
Nah kesempatan saya ngobrol seperti ini mudah-mudahan bisa jadi gambaran kedepannya kalau temen-temen mau jadi interpreter juga. Harus mulai berani untuk mempraktekkan bahasa Jepang yang telah dipelajari. Kemudian targetkan supaya kita bisa pergi ke Jepang. Bisa dengan berbagai cara, tidak harus mengeluarkan biaya sendiri. Kalau ada keinginan/usaha insya allah akan ada jalan.
Kenapa kita harus pergi ke Jepang? Karena ada sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan disini (Indonesia), minimal kalau kita belajar di Jepang, bahasa Jepang kita akan lebih natural dan bisa lebih memahami mindset orang Jepang yang nantinya akan jadi bekal kalau kita bekerja sebagai interpreter.

Nah, itulah sesi interview #TeamWaGoMu bareng Kang Joe - KIJANG, seorang freelance interpreter yang juga merupakan founder dari Komunitas Interpreter Jepang (KJANG). Kalian yang sudah menjalani profesi sebagai interpreter atau tengah bercita-cita menjadi interpreter bahasa jepang, boleh bergabung dengan komunitas ini.

Salah satunya bisa via Group Facebook : Forum Penerjemah Jepang (powered by Kijang). Banyak kegiatan yang bisa kita ikuti, baik itu workshop, kopdar ataupun sekedar ngobrol sambil ngopi santai (ngopsan). Berjejaring dengan sesama interpreter, bisa juga menambah jalan rezeky lho. Semoga ini bisa menjadi motivasi dan menginspirasi kalian yang sedang belajar bahasa Jepang. Ganbatte ne !






    Belajar Bahasa Jepang Otodidak di Youtube WaGoMu, Jangan Lupa SUBSCRIBE, mumpung GRATIS !!
    Artikel (Sosok Inspiratif)dari kategori yang sama
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.
    削除
    Jadi FREELANCE Interpreter Bisa Dapat GAJI 15 JUTA | #TalkWith Kang Joe - KIJANG
      Komentar(0)